1.3.1. Peta
Peta adalah gambaran sebagian atau seluruh muka bumi baik yang terletak di atas maupun di bawah permukaan dan disajikan pada bidang datar pada skala dan proyeksi tertentu (secara matematis). Karena dibatasi oleh skala dan proyeksi maka peta tidak akan pernah selengkap dan sedetail aslinya (bumi). Untuk itu diperlukan penyederhanaan dan pemilihan unsur yang akan ditampilkan pada peta.
1.3.2. Proyeksi Peta
Pada dasarnya bentuk bumi tidak datar, tapi mendekati bulat. Maka untuk menggambarkan sebagian muka bumi untuk kepentingan pembuatan peta, perlu dilakukan langkah-langkah agar bentuk yang mendekati bulat tersebut dapat didatarkan dan distorsinya dapat terkontrol. Caranya dengan melakukan proyeksi ke bidang datar.
1.3.2.1. Pengelompokan Proyeksi Peta
1.3.2.1.1. Yang Mempertahankan Sifat Asli
- Luas permukaan yang tetap (ekuivalen)
- Bentuk yang tetap (konform)
- Jarak yang tetap (ekuidistan) Perbandingan dari daerah yang sama untuk proyeksi yang berbeda:
1.3.2.1.2. Yang Menggunakan Bidang Proyeksi
- Bidang datar
- Bidang kerucut
- Bidang silinder
1.3.2.2. Proyeksi Universal Transverse Mercator (UTM)
Proyeksi UTM dibuat oleh US Army sekitar tahun 1940-an. Sejak saat itu proyeksi ini menjadi standar untuk pemetaan topografi
1.3.2.2.1. Sifat-sifat Proyeksi UTM
- Proyeksi ini adalah proyeksi Transverse Mercator yang memotong bola bumi pada dua buah meridian, yang disebut dengan meridian standar. Meridian pada pusat zone disebut sebagai meridian tengah.
- Daerah di antara dua meridian ini disebut zone. Lebar zone adalah 6 sehingga bola bumi dibagi menjadi 60 zone.
- Perbesaran pada meridian tengah adalah 0,9996.
- Perbesaran pada meridian standar adalah 1.
- Perbesaran pada meridian tepi adalah 1,001.
- Satuan ukuran yang digunakan adalah meter.
1.3.2.2.2. Sistem Koordinat UTM
Untuk menghindari koordinat negatif, dalam proyeksi UTM setiap meridian tengah dalam tiap zone diberi harga 500.000 mT (meter timur). Untuk harga-harga ke arah utara, ekuator dipakai sebagai garis datum dan diberi harga 0 mU (meter utara). Untuk perhitungan ke arah selatan ekuator diberi harga 10.000.000 mU.
Wilayah Indonesia (90° – 144° BT dan 11° LS – 6° LU) terbagi dalam 9 zone UTM. Artinya, wilayah Indonesia dimulai dari zone 46 sampai zone 54 (meridian sentral 93° – 141° BT).
1.3.2.3. Metode Penentuan Posisi
Metode penentuan posisi adalah cara untuk mendapatkan informasi koordinat suatu objek di lapangan, contohnya koordinat titik batas, koordinat batas persil tanah dan lain-lain. Metode penentuan posisi dapat dibedakan dalam dua bagian, yaitu metode penentuan posisi terestris dan metode penentuan posisi extra-terestris (satelit).
Pada metode terestris, penentuan posisi titik dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap target atau objek yang terletak di permukaan bumi. Beberapa contoh metode yang umum digunakan adalah:
- Metode poligon.
- Metode pengikatan ke muka.
- Metode pengikatan ke belakang.
- Dan lain-lain.
Pada metode ekstra terestris, penentuan posisi dilakukan berdasarkan pengamatan terhadap benda atau objek di angkasa seperti bintang, bulan, quasar dan satelit buatan manusia. Beberapa contoh penentuan posisi extra terestris adalah sebagai berikut:
- Astronomi geodesi.
- Transit Dopler.
- Global Positioning System (GPS).
- Dan lain-lain.